Kontaktor dalam kelistrikan memang menjadi peranan penting. Bahkan bisa dibilang sebagai kontrol utama untuk arus besar agar bisa menggerakkan sebuah komponen. Kontaktor ini merupakan bentukan dari relay yang memang dikhususkan untuk mengatur arus dari sumber ke komponen penggerak.
Misalnya saja untuk keperluan pompa air jetpump, submersible dan penggunaan pada motor listrik. Kalau misalnya listrik langsung dihubungkan dari sumber arus ke motor listrik menggunakan saklar utama, kemungkinan besar saklar utama maupun tombol yang ditekan bisa panas dan terbakar.
Konsep sederhananya seperti ini, kontaktor ini mempunyai 2 saluran listrik. Listrik kecil yang berasal dari tombol maupun saklar akan membuat kumparan menjadi magnet. Ketika kumparan menjadi magnet akan menarik tuas penghubung arus dari sumber ke komponen listrik lainnya.
Fungsi dari Kontaktor Magnet dalam Sistem Kelistrikan
Kontaktor magnet ini ada beberapa jenis dan kalau didefinisikan fungsinya adalah untuk merubah kontak yang tadinya normali close NC menjadi NO normali open, atau sebaliknya. Untuk merubah saklar tersebut digunakan daya magnet dalam kontaktor. Jadi kontaktor bisa digunakan untuk menggerakkan 2 jenis sistem, tinggal di pilih saja mau NO apa NC.
Secara umum penggunaan kontaktor ini banyak ditemukan pada penggunaan jenis motor listrik 3 phase. Kalau di batching plant dan industri tentu banyak ditemui penggunaan sistem kelistrikan dengan kontaktor. Misalnya pada motor listrik 3 phase, kompresor listrik maupun jenis motor pompa air.
Cara Kerja dari Kontaktor
sangat sulit memang jika Anda tidak memahami sistem kontaktor magnet seperti saklar NO NC nya. Untuk bisa lebih paham dengan cara kerja dari kontaktor, alangkah baiknya menggunakan metode gambar sederhana di bawah ini.
Gambar diatas menunjukkan bahwa sebuah kondisi dimana Normaly close dan normali open pada kontaktor magnet bekerja. Serangkaian kontaktor mempunyai input dan output. Input merupakan jalur untuk sumber arus. Sedangkan outout akan mengacu pada arah arus digunakan, misalnya motor listrik 3 phase.
Pada bagian kontaktor ada area magnet dan magnet ini merupakan jenis magnet elektrik. Secara teori dasar pasti Anda sudah tahu ketika duduk di bangku sekolah dasar. Semisal dengan percobaan sebuah paku yang diberi lilitan kabel atau kawat penghantar. Kemudian kawat tadi dialiri arus listrik. Maka pada semua bagian paku bisa menjadi magnet. Untuk uji cobanya bisa menggunakan benda logam untuk melakukan tes.
Hal inilah prinsip utama dari kontaktor magnet. Bagian yang mengaliri arus istilahnya kabel lilitan tadi akan menyambung pada tombol kontroler di panel kelistrikan. Sedangkan untuk massanya biasanya akan diambilkan dari sekitaran kontaktor, atau bisa juga digabung dengan massa kontaktor. Ketika tombol ditekan maka lilitan akan teraliri listrik, kemudian akan menjadi magnet.
Setelah menjadi magnet akan menarik saklar penghubung dari input arus ke output arus. Lalu akan terus menempel saklar tadi dengan sumber arus selama lilitan menjai magnet. Kalau sudah tidak lagi menjadi magnet maka akan terputus. Ini disebut dengan sistem kerja kontaktor normaly open. Kalau untuk yang normaly close tentu kebalikannya.
Sampai disini sudah terbayang bukan bagaimana dari cara kerja dan fungsi kontaktor magnet ?
Kerusakan Kontaktor Magnet yang Sering Terjadi
Beberapa kendala mengenai komponen kelistrikan memang sering terjadi kerusakan, apalagi yang menggunakan sistem magnet seperti kontaktor. Sekarang ini pabrikan sudah mematenkan untuk bagian bodi dari kontaktor, jadi ketika sudah rusak tentu alangkah baiknya ganti baru saja.
Kerusakan yang sering terjadi pada kontaktor biasanya ada pada lilitan magnet yang digunakan. Jadi ketika tombol di tekan pada kontroler, magnet kontaktor tidak akan berfungsi, hal ini tidak akan menarik saklar input arus.
Untuk mengakali jika memang sedang dalam keadaan darurat dan kalau komponen berhenti akan membahayakan proses lainya, sebaiknya menggunakan teknik sederhana aga tetap terhubung. Untuk bagian saklar di kotaktor, silahkan ganjal saja dan paksa ditekan, hal ini akan memaksa terhubungnya arus input dan arus output.
Keuntungan Menggunakan Kontaktor Magnet
Ada beberapa keuntungan ketika sistem kelistrikan apalagi yang menggunakan listrik 3 phase tentu akan mempunyai banyak kuntungan. Misalnya saja,
Membutuhkan Gaya Magnet
Hanya membutuhkan gaya magnet saja sudah bisa menggerakkan komponen industri yang cukup besar. Bahkan kontaktor ini sudah ditemukan oleh ilmuwan sejak lama dan memang menjadi kemajuan teknologi kelistrikan di masanya.
Sebelum ditemukannya kontaktor, dulu untuk menghubungkan arus tiga phase ini menggunakan saklar TPDT. Namun secara penggunaan tentu kurang efektif, dimana untuk menghidupkan saja butuh 3 saklar. Berlaku juga untuk mematikannya.
Selain itu dengan saklar TPDT ini kurang efektif, misalnya saja mati listrik, kemudian hidup kembali maka kalau saklar TPDT belum diputuskan , komponen yang menggunakan listrik 3 phae ini akan selalu terhubung.
Tidak Langung Hidup Otomatis
Sudah kami uraikan di atas kalau penggunaanya kurang efektif juga sangat kesusahan jika listrik kembali menyala dan komponen bergerak otomatis. Tentu akan sangat membahayakan, apalagi kalau merupakan komponen penggerak dalam perusahaan.
Dengan adanya kontraktor ini, semua komponen kelistrikan yang menggunakan listrik jenis 3 phase tetap akan off jika ternyata terjadi pemutusan arus listrik. Karena memang kondisi magnet listrik tidak akan bekerja jika pada push button controler tidak di tekan.
Lebih Aman dan Bisa di Kontrol Jarak Jauh
kalau jaman dahulu sebelum ditemukanya kontaktor dan masih menggunakan saklar TPDT, maka untuk mematikan dan menghidupkanya diperlukan berdekatan langsung dengan listrik 3 phase. Tapi kalau menggunakan kontaktor, semua bisa diatur. Bahkan untuk tombol controlernya bisa disesuaikan dengan keinginan dari pemasang.
Namun pada perkembangannya sekarang ini, kontaktor pada tobol kerjanya sudah tidak menggunakan tombol lagi. Kalau di bagian industri yang sudah menggunakan konsep komputerisasi, maka akan menggunakan seperangkat komputer dan PLC. Programable logic controle yang menggunakan module controler ini akan mengubah perintah yang datang dari komputer untuk menggerakkan komponen kelistrikan. Dari module ini akan masuk ke dalam relay dalah satunya akan masuk ke instalasi kontaktor.
Misalnya saja pada batching plant jenis otomatis, dimana komponen utama dalam pengoperasian batching plant ini sudah full control dengan komputer. Keuntungan yang didapat jika mengguakan berbagai kemajuan teknolodi semacam ini tentu pada efisiensi waktu dan pekerjaan kalau berbicara masalah efisiensi perusahaan.
Selain itu pengembangan lain juga ada di berbagai robot industri, yang sepenuhnya akan menggunakan mekanisme robot serta software digital dalam melakukan pekerjaan. Hal ini didasari manusia yang tadinya menggunakan tombol saja, namun sekarang ini efisiensi kerja robot memang sudah laris di banyak sektor industri. Komponen kelistrikan yang di pakai juga mulai dari kontaktor dan banyak relay.
Untuk salah satu jenis kontaktor yang bagus adalah merk schneider. Merk ini sudah terbukti laris dan awet serta tidak mudah terbakar dalam arus maksimal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar