Selenoid Tidak Berfungsi Pada Batching Plant ? Begini Solusinya !

 


Batching plant bekerja dengan banyak faktor sumber tenaga. Mulai dari tenaga listrik dan juga tekanan udara yang berasal dari kompresor. Tekanan udara ini biasanya akan membantu dalam proses penimbangan dan pengosongan timbangan saat sedang produksi beton mix. Tekanan udara pada kompresor harus tetap stabil dan bisa memasok udara ke berbagai selenoid yang ada.

Saluran dari selenoid akan masuk ke berbagai katup kupu-kupu yang ada di berbagai komponen penimbangan. Komponen yang menggunakan katup butterfly ini ada di timbangan semen, silo semen, timbangan air. Sedangkan selenoid yang ada juga ada di pintu bin material, disini bukan butterfly yang digunakan, namun di kebanyakan batching plant menggunakan air shock sebagai pembuka dan penutup bin material.

Penyebab Selenoid Tidak Berfungsi

Selenoid merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menggerakkan alat lain yang menggunakan sumber tenaga tekanan angin. Misalnya saja untuk membuka dan menutup katup butterfly. Selenoid ada dua bagian penting yang harus Anda ketahui. Pertama pada bagian arus aliran angin, baik untuk selang input dan outputnya. Yang kedua pada bagian magnet selenoid.

Magnet yang ada di selenoid adalah semi magnet. Karena memang komponen ini akan menjadi magnet ketika terkena arus listrik. Sebelum memahami penyebab dari selenoid tidak berfungsi pada peralatan industri batching plant, kita pahami dulu alur kerja sistem kelistrikkanya.

Untuk menggerakkan butterfly di butuhkan tekanan angin dari kompresor dan akan terhubung dengan selang ke bagian selenoid. Untuk menggerakkan rotor yang ada di selenoid dibutuhkan arus listrik yang membuat lilitan menjadi magnet.

Setelah magnet mempunyai daya tarik medan magnet akan menggerakkan rotor. Rotor membuka arus tekanan udara di kompresor dan akan di teruskan ke butterfly. Untuk menjadi magnet dibutuhkan arus listrik. Arus listrik ini dari ruang kontrol yang bersumber dari relay, di mana relay di kontrol oleh tombol kontrol pada BPO ROOM.

Untuk mengetahui komponen mana yang eror, maka untuk pemeriksaan dilakukan dari bagian tombol dengan alat bantu multitester. Kemudian di teruskan ke bagian relay, setelah itu pemeriksaan diteruskan ke bagian kabel dari relay ke magnet selenoid. Jika ternyata lemah, selenoid bisa diganti dengan yang baru. Untuk menggantinya cari sparpart pada bagian magnet saja juga ada.

Cara Memperbaiki Selenoid

Untuk memperbaiki selenoid memang bisa dilakukan sendiri dan caranya juga sangat mudah. Kemungkinan paling besar pada kerusakan selenoid memang ada pada bagian magnetnya saja. Kalau untuk komponen lain biasanya pada rotor, namun ini sangat jarang terjadi. Jika pada bagian magnet bisa di ganti magnetnya saja.

Untuk magnet sebenarnya masih bisa diperbaiki dengan mengganti komponen yang ada di dalamnya di tukang pengepul magnet. Jika terjadi eror pada selenoid dan dalam keadaan genting, maka bisa langsung menggunakan tombol manual yang ada di dalam selenoid, ditekan saja maka angin akan keluar.

Perawatan Selenoid Agar Awet

 

Agar selenoid ini bisa awet tentu harus paham dengan cara pengoperasian dan cara perawatannya. Untuk cara pemakaian jangan pernah menggunakan tombol secara cepat, alangkah baiknya ditahan saja. Tombol yang ditekan dan dilepas secara cepat mengakibatkan arus yang terjadi pada relay bisa saja keluar masuk dan mendapati kerusakan pada relay. Pada magnet sendiri, magnet akan muncul dan hilang dalam sekejap. Hal ini bisa memicu magnet yang cepat lemah dan arus akan terbuah dan tidak menimbulkan medan magnet ketika di aliri arus listrik.


Dalam penggunaannya, selenoid batching plant ada di beberapa komponen batching plant. Mulai dari colt bin, timbangan semen, silo, timbangan air dan timbangan additive. Belum lagi kalau menggunakan penghantar semen jenis air slide, maka dibutuhkan tabung udara bertekanan tersendiri untuk mensuplai semua kebutuhan udara bertekanan.


Untuk pengecekan pada selenoid ini memang sangat kompleks. Mulai dari kabel di bagian controler sampai magnet selenoid harus teliti, bahkan kabel yang tergores dan terlipat saja bisa berpengaruh pada arus yang mengalir ke selenoid. Kalau mendapati beberapa kendala pada kabel yang lecet dan terlipat bisa langsung diganti saja, dan hindari menggunakan sambungan.


Pada bagian selenoid ada beberapa output dan input dari selenoid. Jangan sampai terbaik saat memasukkan selang yang akan digunakan. Baik dari input kompresor maupun output yang akan menuju butterfly. Fungsi normalnya butterfly akan menutup saat sedang tidak dioperasikan. Dan jika selenoid di aliri arus listrik maka katup akan membuka.


Jika terbalik, katup akan terbuka dalam kondisi tidak dioperasikan. Sedangkan saat controler ditekan akan tertutup. Selenoid mempunyai berbagai jenis dan merk yang ada di pasaran. Namun usahakan yang sesuai dengan kebutuhan dari batching plant. Mengingat tekanan dari kompresor yang tinggi batching plant memerlukan selenoid yang kuat terhadap tekanan ini.


Akan lebih bagus jika semua kebutuhan udara bertekanan yang akan di supli ke selenoid diberikan tabung tersendiri. Sehingga angin yang dari kompresor tidak mudah tekor. Jika kompresor sering tekor padahal sudah menyala dan angin bertekanan tinggi masih tetap terjaga, maka ada kebocoran selang baik di bagian tengah atau di bagian naple yang ada di koneksi selenoid.


Di bagian tutup magnet selenoid akan ada lampu yang berwarna merah menyala jika selenoid mendapat supply arus listrik. Ini juga sebagai indikator bahwa Anda bisa dengan mudah mengecek apakah selenoid rusak atau tidaknya dengan melihat lampu ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages