Software Batching Plant - Batching plant yang sudah menggunakan sistem otomatis biasanya akan menggunakan seperangkat komputer yang dihubungkan dengan PLC. Kemudian akan di program untuk bisa menggerakkan batching plant hanya dengan keyboard dan mouse komputer. Software batching plant dibuat secara khusus dan bahkan sudah menggunakan database, sehingga data akan tersimpan dengan rapi tanpa tercecer.
Berbagai produk batching plant jenis terbaru seperti dari produsen NFLG sudah menggunakan ini, Batching plant ini sudah saya rasakan sendiri baik kualitas dari produksi dan sistem yang digunakan. Secara singkat produksi jadi makin efisien dengan adanya komputerisasi.
Sistem dan mekanisme software dalam dunia produksi di sebuah perusahaan sekarang ini sudah menjamur. Apalagi dengan adanya sistem robot yang sudah di adopsi oleh berbagai perusahaan bonafit. Dengan robot dan sistem yang otomatis semua bisa efisien dalam pekerjaan dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.
Keuntungan Menggunakan Software Batching Plant
Ketika batching plant menggunakan sebuah software dan dilengkapi dengan PLC sebagai controlernya, maka akan ada beberapa keuntungan yang bisa dinikmati. Misalnya saja,
Lebih Efisien dan Bisa Otomatis Kalau dengan Software Batching
Salah satu yang paling unggul dalam pengoperasian batching plant jenis otomatis adalah bisa dilakukan dalam satu kali perintah dan sistem yang sudah terpasang dan sudah diatur. Misalnya saja ada perintah untuk melakukan batching satu truck mixer dengan muatan 7 kubik. Maka bisa dilakukan dengan satu kali perintah saja, entah itu batching plant akan melakukan perhitungan per 2 kubik di tambah 1 kubik atau bisa juga dengan 2,5 kubik 2 kali dan 2 kubik 1 kali.
Jadi operator tidak membutuhkan akses lagi pada pengoperasian dengan timbangan. Cukup lakukan input pada pengisian dan jika truck mixer sudah standby serta ready tinggal jalankan perintahnya saja.
Bisa Menyimpan Data Secara Aman
Dalam penggunaanya, software batching plant akan terintegerasi dengan semua perangkat yang ada di batching plant atas bantuan micro controler yang terpasang pada PLC. PLC sendiri yang akan menerjemahkan perinta software yang diberikan sehingga akan dikonversikan untuk menyalakan dan mematikan komponen batching plant.
Dari timbangan digital yang ada, semua data penimbangan bisa tersusun rapi dan bahkan akan berbentuk report yang bisa di ambil dalam bentuk pdf maupun exel. Database semacam ini akan lebih akurat, bahkan jika ada eror sedikitpun misalnya saja penimbangan lebih 1 kg saja akan tercatat sebagai trouble eror.
Timbangan Lebih Akurat
Akurasi timbangan baik material yang ada bisa lebih akurat, bahkan tepat sesuai dengan job desain yang dimasukkan. Timbangan juga bisa dilakukan bersamaan saat proses loading, sehingga batasan waktu yang suda di atur ini bisa memberikan akurasi pada waktu loading satu volume penuh truck mixer yang lebih akurat. Untuk setelan slump juga bisa di setel agar sesuai dengan keadaan material dan cuaca.
Surat Jalan Sudah Tercetak
Tidak lagi membutuhkan satu karyawan yang khusus mencatat surat jalan truck mixer. Sekarang sudah akan tercetak sendiri oleh sebuah batching plant dengan data yang sudah di masukkan. Bahkan sudah lengkap dan sama dengan data dari produksi.
Untuk itu memang sebuah paket lengkap batching plant hanya membutuhkan 2 operator saja sudah cukup untuk menjalankan sebuah batching plant dalam produksi satu hari penuh, karena memang semua sudah canggih dan bisa di andalkan.
Kekurangan Software Batching Plant
semua kelebihan pasti ada kekuranganya, bahkan sewaktu saya mengoperasikan satu buah batching plant NFLG yang sudah desain otomatis dan sudah menggunakan software bawaanya, ada beberapa kendala yang biasanya di hadapi. Misalnya,
Eror Software
Yang namanya software komputer pasti akan mengalami yang namanya eror, apalagi pada batching plant yang bisa menggerakkan alat yang begitu besar. Beberapa kendala eror yang paling susah ya eror pada software batching plant. Kalau software nya yang eror dan crash biasanya akan di betulkan oleh pihak developer maupun vendor yang bertanggung jawab.
Eror Sensor
Batching plant otomatis seperti NFLG biasanya akan ada banyak sensor yang menghubungkan sinyal antara keadaan komponen yang ready atau tidaknya ke bagian PLC. Kemudian dari PLC akan diteruskan untuk masuk ke input komputer dan software, Jika terbaca bagus dan rady biasanya akan berwarna hijau.
Dan jika ada kendala satu sensor saja, maka proses yang tadinya otomatis ini akan berubah menjadi proses manual atau bahkan semi manual. Sedangkan cara yang biasanya digunakan untuk membenarkan hal ini adalah melakukan batching secara manual sampai selesai dulu baru diperbaiki setelah semua proses loadingnya terselesaikan.
Jika belum selesai sepenuhnya dikhawatirkan bisa terjadi kerusakan pada bagian mixer atau bagian lain yang kemungkinan beton bisa beku. Sensor pintu mixer biasanya yang paling sering eror. Biasanya akan ada 3 sensor dengan warna merah kuning dan hijau.
Ketika salah satunya eror dan tidak bisa mengirimkan signal maka bisa saja tidak akan memproses batching pada truck yang sedang loading. Jika demikian bisa melakukan jamper pada sensor atau bisa juga dengan mengganti sensor yang baru.
Eror PLC
PLC atau programable logic control ini bisanya juga akan terjadi eror saat lama tidak dihidupkan. PLC mempunyai sebuah batere yang bisa rusak ketika terjadi hubung singkat arus pendek di dalam kontaktor maupun bagian controler.
Pada bagian PLC akan ada berbagai relay yang nantinya akan menggerakkan semua komponen batching plant seperti conveyor, mixer, pintu mixer, pintu air shock colt bin dan masih banyak lagi. Semua akan berkesinambungan untuk saling menghubung dan memutuskan arus listrik.
Fungsi realy yang bisa menjadi pokok pekerjaan PLC ini akan menimbulkan beberapa kendala yang sering terjadi. Misalnya relay yang terbakar atau hubung singkat sehingga relay bisa mati. Ada beberapa komponen lain juga semacam kontaktor maupun overload.
Semua komponen yang ada di dalam PLC ini sangat rawan, apalagi di bagian controlernya, biasanya akan diletakkan di box khusus dan diletakkan di bagian yang aman dari berbagai kotoran dan guncangan.
Dari PLC akan ada kabel yang menghubungkan antara port kontrol ke port usb komputer. Dari sinilah sebuah software batching plant bisa menjalankan batching plant, bahkan bisa dari jarak jauh jika memang konstruksinya dimungkinkan. Dengan sistem pengamatan seperti ini, ruang batching plant operator bisa di letakkan dan dibuatkan di bagian bawah. Karena seluruh pengawasan alatnya sudah melalui notifikasi yang muncul di komputer.
Untuk karyawan lain yang ada di batching plant sendiri paling hanya membutuhkan satu atau dua orang helper saja sudah cukup untuk sebagai bersih – bersih di bagian beton.
Harga Software Batching Plant
Untuk harga software batching plant sendiri sekarang ini sudah mencapai 10 - 25 jutaan sesuai dengan jenis software dan PLC maupun spesifikasi komputer yang akan di gunakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar