Wheel Loader - Wheel Loader merupakan salah satu jenis alat berat yang harus ada di ready mix. Karena memang alat berat ini fungsinya sangat inti pada bagian penuangan material ke dalam bin maupun penataan material di area stok. Selain itu wheel loader akan membantu banyak hal yang ada di dalam batching plant. Misalnya saja meratakan dan membersihkan berbagai limbah, serta menata tempat yang kurang rata.
Wheel Loader juga menjadi alat yang paling inti dalam batching plant. Karena dalam pekerjaannya lebih cepat daripada kalau terlalu memaksa loading dengan jenis alat berat lainnya seperti excavator.
Fungsi dan Jenis Wheel Loader
Fungsi Wheel Loader merupakan alat berat yang ada di berbagai industri, terutama pada bidang konstruksi guna mendukung efisiensi kerja secara maksimal. Terlebih pada batching plant yang berfungsi menjaga material colt bin agar tetap penuh.
Untuk Wheel Loader sendiri ada berbagai macam jenisnya. Untuk bentuk Wheel Loader dari semua produsen memang berbeda, karena memang akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Wheel Loader digunakan di berbagai instansi industri kontraktor. Mulai dari ready mix, stone crusher, asphalt mixing plant dan masih banyak lagi. Untuk ukuran dan kapasitas besar biasanya digunakan di industri pertambangan. Mengingat memang muatan yang ada sangat besar dan menumpuk.
Bahkan karena saking besarnya ukuran backet yang digunakan, untuk menggerus dan menghabiskan tumpukan barang baku 100 ton saja tidak sampai satu jam.
Cara Mengoperasikan Loader
Loader seperti halnya alat berat lainnya, butuh seorang operator untuk mengoperasikannya. Untuk mengoperasikan loader ada beberapa teknik dan beda dengan kendaraan pada umumnya. Di loader ada stir yang berfungsi mengatur arah laju kendaraan.
Namun stir ini di desain sangat sederhana dan dengan pentolan di bagian atas. Hal ini berfungsi untuk mengoperasikan arah loader dengan satu tangan.
Sementara tangan kanan akan mengatur posisi backet dan bom backet untuk mengatur pengerukan atau penuangan.
Mengoperasikan loader memang dibutuhkan keahlian dan skill khusus. Mengingat alat ini menjadi pokok produksi dalam berbagai industri konstruksi. Perkiraan dan feeling dari operator, serta ketangkasan efisiensi kerja juga sangat dibutuhkan.
Mengendarai wheel loader sangat mudah, namun latihan hanya tertumpu pada backet yang harus menggunakan feeling serta banyak berlatih. Whell loader menggunakan tuas untuk menggerakkan backet. Tuas ini ada yang single dan ada yang double. Kalau yang single fungsinya sama dengan joystick yang bisa di putar. Namun ada yang double dimana untuk bom dan backet digerakkan tuas tersendiri.
Suplai arus yang ada menggunakan dua aki dengan total tegangan yang dibutuhkan 24 volt. Biasanya diletakkan pada bagian belakang kanan dan kiri. Di bagian aki ini ada saklar pengaman, di mana jika tidak digunakan dalam waktu yang lama bisa diputuskan sumber arus nya.
Wheel Loader juga mempunyai lampu penerangan di bagian depan, sekarang ini sudah menggunakan berbagai aksesoris yang lengkap. Bahkan sudah ada hiburan seperti head unit.
Cara Perawatan Wheel Loader
Wheel Loader juga memerlukan perawatan khusus. Bahkan beberapa alat berat memang mempunyai mekanik khusus yang sudah berpengalaman. Terutama pada sistem hidrolis yang memerlukan perhatian khusus. Kebanyakan alat berat menggunakan hidrolis sebagai sumber kekuatan utamanya.
Oli yang digunakan untuk kebutuhan hidrolis pada wheel loader adalah oli dengan ukuran kekentalan 10. Untuk bagian engsel tentu juga harus diperhatikan terkait vet nya. Vet sangat bagus jika dilakukan 7 hari sekali, kalau memang alat digunakan nonstop setiap minggunya.
Bagian radiator juga harus selalu dicek. Untuk lebih mudahnya Anda bisa melihat di bagian indikator suhu mesin yang ada di dashboard meter. Di situ ada banyak panel indikator yang bisa dijadikan notifikasi jika ada kendala pada mesin. Mulai dari oli, radiator, maupun pada bagian hidrolis.
Perawatan lain yang juga dominan ada pada ban. Tekanan angin harus tetap terjaga karena wheel loader merupakan alat pengangkut beban.
Wheel loader semuanya menggunakan transmisi otomatis. Untuk posisi transmisi biasanya hanya ada N-R-F1-F2. N merupakan posisi netral, R untuk mundur. F1 untuk kecepatan satu dimana tenaga lebih kuat dan kegunaannya untuk tanjakan. F2 lebih dan cocok untuk jalan datar.
Seminggu sekali juga harus dibersihkan pada bagian filter udara. Untuk service penggantian filter oli dan solar bisa 4-5 bulan sekali, ini tergantung penggunaan loader.
Mengoperasikan alat berat seperti loader memang mudah, namun untuk perawatan yang sering diremehkan. Misalnya saja pada pemberian grease atau vet pada bagian engsel yang ada. Atau di bagian poros kopel. Jika tidak diperhatikan dan join pada poros kopel ini sampai berbunyi ketika di operasikan, kemungkinan yang akan terjadi biasanya join akan patah dan stir belok akan berat.
Rem pada loader juga menggunakan hidrolis, sehingga kebutuhan akan oli juga harus ada stok. Jika lama tidak digunakan biasanya akan masuk angin, ini wajar karena memang semua diesel juga begitu. Namun kalau di loader bosc pump lebih berat daripada mesin diesel truck.
Perkiraan muatan dalam backet memang harus sudah terlatih jika ingin menjadi operator loader profesional. Kalau di dalam batching plant whell loader hanya digunakan untuk mengangkut material dari stok ke colt bin material. Namun kalau di stone crusher fungsinya selain untuk produksi ke stone crusher juga selalu muat produk ke pembeli ke dalam truck.
Whell loader ada banyak merknya. Misalnya saja Catterpillar, Komatsu, Heli, SDLG dan masih banyak lagi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar