Pengertian Mobile Batching Plant, Batching Plant Dry dan Batching Plant Wet

Pengertian Mobile Batching Plant

Di dalam unit usaha ready mix ada berbagai macam alat yang akan di operasikan. Mulai dari batching plant, wheel loader, truck mixer dan concrete pump. Kelengkapan pendukung lain seperti tenaga SDM yang sudah kompeten juga sangat dibutuhkan. 

Untuk lebih mudahnya mendapatkan detail dari unit usaha ini, mari kita pelajari dulu pengertian batching plant dan jenis - jenisnya.


Pengertian Batching Plant

Batching plant adalah sebuah alat untuk memproduksi beton mix ( beton siap tuang ) yang bisa langsung di gunakan di lokasi proyek. Produksi yang dilakukan bacthing plant ini bisa dalam skala besar, bahkan bisa sampai ratusan kubik dalam seharinya.

Untuk melayani sebuah proyek pembangunan yang membutuhkan supply beton yang besar, akan lebih baik jika menggunakan batching plant. 

Secara umum memang batching plant bukan merupakan alat satu-satunya. Ada beberapa alat pendukung lain seperti truck mixer untuk membawa beton mix sampai ke lokasi proyek.

Ada juga wheel loader untuk mengangkut material yang ada di lokasi stok sampai ke coltbin batching plant. 

Dalam perjalanannya sampai sekarang batching plant sudah mengalami banyak kemajuan dan bahkan sudah semakin canggih. Bahkan sekarang ini sudah hadir banyak batching plant dari berbagai merek dari luar negeri yang sudah menggunakan PLC dan terintegrasi dengan sistem komputer.


Jenis - Jenis Batching Plant

Pengertian Mobile Batching Plant

Jenis - jenis batching plant ini bisa di lihat dengan tiga macam sudut pandang. Yang pertama dari hasil pengolahan akhir atau hasil akhir produknya. Yang kedua dilihat dari konstruksi yang dibuat serta yang ketiga dilihat dari sistem pengoperasiannya.

Pengertian Batching Plant Menurut Hasil Beton Mix yang Diproduksi

Kalau dilihat dari hasil produksi beton yang di olah memang ada dua jenis batching plant, yaitu batching plant dengan sistem wet dan batching plant dengan sistem dry.

Batching Plant Wet

Batching plant jenis wet ini merupakan batching plant yang memproduksi beton yang sudah bercampur dan sudah homogen ketika tertuang ke dalam truck mixer. 

Di batching plant jenis wet ini ada mixer tersendiri di mana proses untuk mengaduk akan di olah secara matang sebelum di tuang ke truck mixer.

Ada beberapa keuntungan jika menggunakan batching plant jenis wet. Di antaranya hasil beton yang sudah jadi, bagian mixer pada truck tidak di putar terlalu kencang, minim debu semen dan masih banyak lagi.

Namun kekurangannya juga tetap ada. Mulai dari harga mixer batching plant yang mahal atau memang kalau sudah sepaket juga lebih mahal dari yang sistem dry. Selain itu kalau yang mengoperasikan batching plant jenis ini tidak berkompeten pasti di bagian pisau mixer bisa tidak awet. 

Kotoran dan sisa adukan yang ada harus segera dibersihkan setelah selesai loading. Jika tidak akan terjadi pengerasan dan kalau tetap dipaksa untuk dijalankan bisa membuat poros maupun bearing mengalami kerusakan fatal.


Batching Plant Dry

Pengertian batching plant dry adalah sebuah batching plant yang memproduksi beton dimana hasil nya masih setengah jadi dari batching plant nya. 

Untuk perbedaan dengan model sistem batching plant wet hanya terletak pada mixernya. Kalau batching plant dry ini tidak mempunyai mixer. Namun semen, material dan air akan langsung masuk ke dalam mixer.

Di bagian truck mixer inilah yang sebenarnya terjadi proses mixing, sehingga setelah selesai proses produksi truck mixer akan di putar lebih kencang agar campuran lebih homogen.

Jika menggunakan batching plant jenis dry, harus ada slump control untuk memastikan beton mix yang di kirimkan ke lokasi proyek sudah sesuai dengan mekanisme slump yang dibutuhkan.


Jenis Batching Plant Menurut Konstruksi

Kalau berdasar konstruksinya sebuah batching plant ada yang di rancang untuk di tempat yang permanen dan ada juga yang mengikuti letak lokasi proyek.


Mobile Batching Plant

Jenis batching plant yang satu ini akan mengikuti lokasi proyek yang sedang dikerjakan. Bahkan tidak hanya dekat dengan lokasi, set plant di lokasinya sendiri juga sangat memungkinkan.

Keuntungan menggunakan mobile batching plant ini jarak tempuh yang diperlukan juga semakin pendek, sehingga kualitas beton lebih terjamin.

Untuk batching plant jenis mobile ini biasanya akan melayani satu proyek saja dan difokuskan agar lebih cepat selesai. 

Kalau dilihat dari desain yang ada memang sangat minimalis dan kapasitas produksinya memang lebih kecil dari batching plant jenis permanen, tetapi kalau hanya melayani satu proyek saja tentu akan lebih cepat dan tetap efisien.


Batching Plant Permanen

Jenis ini merupakan batching plant yang disengaja untuk di set permanen, dilengkapi dengan berbagai keperluan perusahaan seperti kantor maupun keperluan lainnya. Biasanya di buka untuk pelanggan umum dan tidak hanya khusus proyek besar saja, bahkan pengecoran rumah saja tetap bisa dilayani.


Jenis Batching Plant Menurut Sistem Pengoperasiannya

Kalau menurut pengoperasiannya, pengertian batching plant akan dibagi menjadi dua yaitu batching plant manual dan batching plant otomatis.

Batching Plant Manual

Sistem kontrol batching plant manual sangat tergantung dengan tombol controler yang ada di room control batching plant. 

Kecepatan dan kejelian dari teknisi atau operator batching plant sangat dibutuhkan. Karena memang untuk penimbangan dan pengeluaran material masih secara manual.

Kelebihan dari sistem model batching plant manual memang akan lebih mudah dalam pengoperasiannya. Bahkan ilmu dasarnya cuma pada mekanik elektrik. Kerusakan yang sering terjadi hanya pada kelistrikan manual saja.


Batching Plant Otomatis

batching plant otomatis

Secara manual memang akan mengalami kendala ketika mengumpulkan sebuah data produksi. Namun akan lebih tertata rapi dan output data bisa disajikan dalam bagan yang real, sekarang ini kebanyakan batching plant sudah di integrasikan dengan sistem PLC dan otomatis.

Misalnya saja ingin mengisi satu truck mixer kapasitas 7 kubik kalau menggunakan batching plant manual operator harus menjalankan penimbangan sampai 3 kali. 

sedangkan dengan sistem otomatis menggunakan software komputer hanya membutuhkan satu kali pengaturan saja sudah berjalan sampai proses loading selesai.

Ada kelebihan jika menggunakan sistem otomatis dengan PLC komputer. Salah satunya data penimbangan bisa akurat dan pengeluaran material yang digunakan dapat dihitung secara real, sehingga meminimalisir perbedaan perhitungan baik input stok material dengan outputnya.

Dengan menggunakan sistem seperti ini nantinya bisa dikembangkan untuk di online kan sehingga si pemilik perusahaan bisa mendapatkan data secara real di mana saja.

Data yang akan masuk meliputi input material, output material, pengiriman, absensi karyawan sampai bahkan pengiriman beton dan data dari mutu yang digunakan.

Untuk kelemahannya jika menggunakan sistem otomatis biasanya akan menggunakan banyak sensor untuk batching plant bawaan seperti NFLG. Sensor ini akan membaca untuk mengerakkan komponen kelistrikan atau tidak nya.

Untuk menjalankan batching plant jenis otomatis dibutuhkan orang yang sudah berkompeten dengan batching plant dan tentunya terkait sistem komputer yang digunakan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages