Komponen - Komponen Batching Plant Wet dan Batching Plant Dry

komponen batching plant

Sebelumnya Batchingplant.id telah membahas mengenai pengertian dan berbagai jenis dari batching plant. Sekarang ini kita akan melangkah lebih dalam lagi mengenai komponen-komponen batching plant.

Jika Anda kebetulan sedang ingin mempelajari batching plant, luangkan waktu sejenak untuk membahas mengenai batching plant secara detail di batchingplant.id.


Komponen - Komponen Batching Plant Wet dan Dry

Seperti halnya dengan alat industri lainnya, batching plant ini juga ada berbagai komponen. Sesuai jenis batching plant baik wet maupun dry juga ada yang membedakan dari segi komponen yang dipakai. Misalnya saja pada mixer, di batching plant dry tidak ada mixer seperti halnya di batching plant jenis wet.


Mengenal Secara Detail Komponen Batching Plant wet dan Dry Silo

komponen batching plant


Silo adalah sebuah tabung yang menjulang tinggi baik peletakannya ada di bagian bawah maupun langsung menumpang di atas batching plant.

Silo ini adalah tempat yang berfungsi sebagai wadah semen. Pada umumnya satu silo batching plant bisa menampung 60-75 ton semen. 

Padahal satu batching plant kebanyakan ada dua silo, bahkan ada juga yang menggunakan 4 silo.

Sebagai penghantar semen dari silo ke timbangan bisa menggunakan air slide, screw maupun model langsung. 

Model langsung biasanya silo terletak di atas dan menyatu dengan komponen batching plant yang lain.

Dilengkapi dengan sebuah pipa dan saringan yang biasanya terletak dibawah maupun di atas tabung. Pipa ini sebagai pipa pengisian semen dari truck tangki semen.


Colt Bin

komponen batching plant


Sebelum menimbang material ke timbangan sgreegat kasar dan halus, ada semacam tampungan sementara yang namanya colt bin. 

Jadi kalau wheel loader mengisikan aggregat kasar maupun halus akan meletakkannya di bagian colt bin.

Konstruksi yang kokoh dan besar tentunya sangat dibutuhkan agar bisa menampung banyak aggregat. Dilengkapi dengan filter agar aggregat yang dibutuhkan bisa terjamin kualitasnya.


Conveyor

komponen batching plant


Conveyor adalah komponen industri yang terbuat dari karet untuk memindahkan barang maupun bahan baku dari satu proses ke proses selanjutnya. Dalam hal ini membawa aggregat dari hopper ke dalam mixer atau truck mixer.

Batching plant ada yang menggunakan satu conveyor dan ada juga yang menggunakan dua conveyor. Conveyor tunggal biasanya akan lebih panjang dan konstruksinya untuk hopper dibuat miring.

Sedangkan batching plant yang menggunakan conveyor ganda, hopper tetap lurus proporsional, serta kapasitas timbangan hopper bisa lebih besar.


Ruang Kontrol

komponen batching plant


Batching plant memiliki sebuah ruangan yang dinamakan ruang kontrol. Di dalam ruangan ini batching plant operator mengendalikan semua pengoperasian batching plant. Bahkan untuk rekap data produksi juga biasa dilakukan disini.

Di dalamnya ada banyak tombol kendali dan panel listrik. Suplai arus listrik dari sumber utama akan langsung masuk ke ruang kendali batching plant.


Mixer

Kalau batching plant jenis wet akan mempunyai komponen yang namanya mixer. Mixer ini sebagai alat untuk mencampur adukan antara aggregat kasar,halus, semen, air dan additive.

Di dalamnya akan ada komponen baling-baling berbentuk pisau yang akan berputar sehingga adukan berbagai bahan baku beton mix bisa homogen.

Proses untuk pengadukan ini beragam dan tergantung mutu beton, untuk waktu sekitar 15 sampai 30 detik sudah cukup proses pengadukan sekali timbangan hopper.


PLC dan Komputer

Untuk batching plant dengan pengoperasian otomatis akan membutuhkan seperangkat alat PLC dan komputer sebagai kontrol kendalinya. Komputer sudah di desain khusus dan dilengkapi dengan sebuah software dari developer.

Pengoperasian bisa menggunakan komputer secara otomatis atau semi otomatis. software ini biasanya ada yang sudah satu paket dengan batching plant jika yang di beli adalah batching plant otomatis, namun bisa juga di pasang sendiri di batching plant manual.


Timbangan Digital

Timbangan digital menjadi komponen batching plant yang paling utama. Ini dikarenakan komponen ini menjadi pokok dalam penentuan takaran berbagai campuran beton mix yang digunakan.

Dan mutu beton yang di edarkan juga sangat tergantung dengan komposisi yang sudah di atur berdasar job concrete mix, kemudian di realisasikan dengan digital scale.


Tangki Air

komponen batching plant


Tangki air sangat dibutuhkan karena dalam produksi batching plant sangat membutuhkan banyak konsumsi air. 

Baik untuk produksi atau maupun untuk keperluan pencucian komponen dan mixer. Mengingat salah satu perawatan pada batching plant yang paling penting adalah kebersihan semua alat dan komponen.

Sisa-sisa beton yang tumpah maupun berkerak di dalam mixer maupun yang lain jika telat dicuci bisa mengering.


Tangki Additive

Beton mix menggunakan berbagai zat additive yang digunakan sesuai dengan kebutuhan beton mix yang di inginkan. 

Ada berbagai jenis zat additive yang biasanya digunakan di readymix. Ada tipe F, D, G dan beberapa additive khusus lainya.

Berbagai komponen batching plant di atas merupakan komponen pokok, dari komponen di atas kalau di bedah lagi juga masih banyak komponen pendukung lainya.

semua batching plant untuk komponen dasarnya masih sama. Yang membedakan hanya konstruksinya saja. Misalkan antara batching plant dan mobile batching plant. Dari keduanya memang berbeda dalam hal konstruksi dan kapasitas produksi yang mampu dihasilkan.

Terkait juga dengan fungsi utama dalam pelayanan beton mix yang akan dihasilkan. Komponen pada mobile batching plat atau mini batching plant terlihat lebih kecil dan ringkas. Mengingat mobile batching plant akan digunakan mengikuti lokasi proyek yang sedang dikerjakan.

Pemilihan konstruksi yang ringkas ini tentunya agar mobile batching plant lebih mudah di pindah lokasi mengikuti lokasi proyek. Lebih efisiensi waktu dalam pembongkaran dan pemasangan.

Untuk komponen batching plant memang sekarang ini masih susah kecuali di kota - kota besar untuk mencari spare part nya. 

Dengan demikian sebaiknya sewaktu batching plant masih baru pun Anda harus menyediakan berbagai spare part yang rawan rusak. Seperti selenoid maupun kontaktor pada sistem kelistrikannya.

Pada sistem kelistrikannya, batching plant masih sama dengan komponen pada industri lainnya seperti stone crusher. Bagian yang paling penting biasanya ada di kontaktor,MCB, overload, dan masih banyak lagi seperti sirkuit untuk komponen penyambung arus.

Sistem kelistrikan pada batching plant tidak terlalu rumit seperti yang dibayangkan. Bahkan terlihat simple. 

Jika menggunakan PLC, maka yang paling dominan ada di PLC nya. PLC akan bertindak sebagai tempat kontrol yang nantinya akan mengontrol semua kontaktor sesuai program yang ada di komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages