Setelah memahami pengertian batching plant dan komponen - komponen batching plant, sekarang mari kita ulas lebih rinci mengenai cara kerja batching plant. Kita akan belajar bagaimana batching plant operator mengoperasikan batching plant baik wet maupun dry, sistem manual maupun otomatis.
Memahami cara kerja dan alur kerja sama saja memahami proses produksi yang dilakukan di unit usaha ready mix. Proses produksi pada batching plant sering disebut dengan loading. Proses loading merupakan pengisian beton mix ke dalam truck mixer yang kemudian akan di distribusikan ke lokasi proyek.
Cara Kerja Batching Plant
Untuk masalah cara kerja pada batching plant ini ada perbedaan antara alur proses produksi di batching plant wet dan batching plant dry. Untuk itu sebaiknya kita akan membahasnya satu persatu.
Cara Kerja Batching Plant Wet
Pada batching plant jenis wet sesuai yang sudah kita pahami komponen perbedaannya dengan batching plant dry ada pada mixernya. Untuk alur kerjanya bisa Anda simak di bawah ini.
Penimbangan
Proses penimbangan meliputi berbagai bahan baku yang dibutuhkan. Mulai dari aggregat halus dan kasar, baik pasir, split 1-2 atau 2-3 sesuai kebutuhan dan mutu beton yang akan di produksi. Penimbangan semen juga dilakukan sesuai dengan takaran mutu beton yang akan di buat. Untuk air dan additive juga di sesuaikan dengan job mix mutunya.
Proses penimbangan pada batching plant manual mengandalkan kecepatan tangan jari operator karena sebaiknya bisa menimbang berbagai matrial dalam satu waktu durasi volume produksi. Misalnya saja ingin memproduksi 7 kubik beton mix.
Proses penimbangan bisa sampai 2 atau 3 kali sesuai dengan kapasitas hopper timbangan maupun kapasitas dari mixer yang digunakan. Untuk mixer 3 kubik bisa di buat 3 kali timbangan untuk memproduksi 7 kubik beton mix. dengan pembagian timbangan bahan 3-3-1 atau 2,5-2,5-2.
Pokoknya disesuaikan dengan kondisi dan keperluan produksi dan usahakan setiap volume timbangan dibuat proporsional. Misalnya 7 kubik dengan kapasitas mixer dan hopper yang dapat mencapai 3 kubik bisa dibuat 2,5 - 2,5 - 2.
Pencampuran
Proses pencampuran ini merupakan penuangan semua bahan dasar dari beton mix ke dalam mixer. Mixer akan dinyalakan dan conveyor juga akan membawa material sedikit demi sedikit untuk masuk ke dalam mixer.
Selama proses ini berlangsung, semen juga akan dituang ke dalam mixer sekaligus air dan additive sedikit demi sedikit. Untuk batching plant yang masih manual, tentu kecepatan jari tangan setiap operator bisa mempengaruhi kecepatan proses produksi.
Untuk proses mixing biasanya akan lebih bagus jika sudah memperoleh campuran yang homogen. Anda bisa melihat konsumsi ampere sebagai acuan slump yang ada di ampere mixer. Jika ampere terlalu tinggi beton masih kurang air dan terlalu kering. Kalau ampere terlalu rendah dan terasa enteng, berarti beton terlalu cair.
Jangan sampai ketika beban ampere terlalu berat tidak ditambahkan air. Ini bisa membuat motor listrik tidak kuat dan bisa terbakar. Kala overloadnya masih mudah untuk mengganti sparepartnya, sedangkan kalau sudah terbakar bisa mengganti motor listrik dan bahkan harus sesegera mungkin mengeluarkan semua beton yang ada di dalam mixer agar tidak beku.
Penuangan ke Dalam Truck Mixer
Jika proses satu kali timbangan sudah selesai di dalam mixer dan beton mix sudah tercampur merata, pintu mixer batching plant akan terbuka dan masuk ke dalam truck mixer. Proses ini akan berlangsung sampai kapasitas volume yang diinginkan.
Cek Kualitas Slump
Kualitas slump bisa di cek setelah loading selesai, jika slump belum sesuai bisa langsung disesuaikan dengan kebutuhan ratio slump proyek. Tentu saja di kalkulasi dengan jarak dan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi proyek.
kebanyakan batching plant wet sekarang ini memang menggunakan sistem otomatis untuk menjalankan batching plant sekaligus kerapian dan keamanan data timbangan maupun pengeluaran material.
Cara Kerja Batching Plant dry
Batching plant dry bisa lebih simple karena memang tidak ada mixer. Namun untuk proses sama saja, jika untuk kecepatan produksi, batching plant dry memang lebih mudah dalam hal kecepatan dan efisiensi waktu. Namun untuk hasil masih perlu di mixing di truk mixer agar lebih homogen campuran mix nya.
Penimbangan
Untuk penimbangan baik dari aggregat kasar,halus, semen dan air memang masih sama saja pada semua jenis batching plant.
Kebanyakan bacthing plant dry memang manual, Untuk penimbangan mengandalkan kecepatan tangan dari operator. Penimbangan pada batching plant dry biasanya lebih besar, dan prosuksi bisa lebih cepat.
Penuangan ke Dalam Truck Mixer
Karena proses mixing nya langsung menggunakan truck mixer, materian baik pasir,semen, air dan additive langsung masuk ke dalam truck mixer. Namun truck mixer harus di putar lebih cepat agar tidak terjadi tumpah pada material yang masuk.
Pencampuran
Setelah semua selesai mixer diputar lebih cepat lagi agar mixing bisa lancar sambil ditambah air dan di cuci pada bagian pisau mixer paling belakang.
Cek Kualitas Slump
Sambil membersihkan sisa-sisa material yang menempel di talang, bisa sambil melakukan pengecekan pada slump. Sesuaikan dengan kondisi lapangan berdasar jarak dan lokasi waktu yang dibutuhkan.
Untuk bisa menggunakan batching plant ini memang tidak bisa sendirian, dibutuhkan juga operator truck mixer dan operator loader sebagai pendukung kinerja perusahaan.
Sampai disini Anda sudah memahami cara kerja batching plant baik wet maupun dry. Untuk pemahaman dengan alat langsung memang tidak mudah, apalagi jika operator batching plant masih baru. Perlu waktu beberapa minggu agar bisa beradaptasi dengan batching plant baru, apalagi yang menggunakan sistem komputer.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar