Concrete Batch Mix Plant - Di dalam unit usaha ready mix, batching plant menjadi alat industri yang paling utama untuk memproduksi beton mix. Selain itu juga ada berbagai alat pendukung lain seperti truck mixer sampai wheel loader.
Jumlah personil yang ada di concrete batch mix plant biasanya lebih sedikit dibanding dengan perusahaan lainnya. Kebutuhan personil di dalam unit ready mix memang diklasifikasikan untuk tenaga yang sudah profesionan di bidangnya.
Meliputi driver truck mixer, teknisi laboratoriun, operator batching plant, staff kantor, operator wheel loader dan mekanik. Dari semua personil yang ada, semua sudah disesuaikan dengan tugas dan kewajiban masing-masing.
Staf dan Alat Berat yang Ada di Concrete Batch Mix Plant
Sudah kita bahas beberapa komponen utama dari batching plant dan cara mengoperasikannya. Sekarang kita akan mencoba membahas mengenai peralatan pendukung yang bersifat teknis dan harus ada di unit usaha ready mix.
Batching Plant
baik batching plant wet maupun batching plant dry, batching plant permanen atau mobile batching plant, ke semua ini akan dioperasikan oleh operator batching plant.
Tugas dari batching plant operator tentunya selain mengoperasikan batching alat juga harus bisa dalam merawat alat.
Selain itu juga di beberapa perusahaan justru menghandle langsung semua keperluan produksi. Mulai dari pengadaan bahan baku sampai mengatur pengiriman ke lokasi proyek.
Dengan pekerjaan yang terlalu kompleks tentunya gaji operator batching plant cukup lumayan di banding perusahaan unit usaha lainnya. Di tambah lagi dengan pembukuan pengeluaran bahan untuk produksi.
Wheel Loader
Alat berat yang satu ini akan di operasikan oleh satu sampai dua orang secara bergantian dan sesuai dengan kebutuhan batching plant.
Tugas utama untuk menyuplai bahan baku aggregat baik kasar maupun halus dari lokasi stok menuju colt bin batching plant.
Di tambah lagi dengan tugas menata semua bahan baku yang masuk seperti pasir, split 1-2 sampai split 2-3. Ada juga tugas lain yang berhubungan dengan backet.
Truck Mixer
Di kemudikan oleh satu sampai dua orang driver secara bergantian sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Truck mixer bertugas untuk membawa beton mix untuk dikirimkan ke lokasi proyek.
Driver truck mixer memang beda dari driver kendaraan lain. Pasalnya kendaraan berat yang satu ini membawa barang yang rawan beku dan harus tepat waktu sampai ke lokasi proyek.
Selain itu tanggung jawab seorang driver mixer juga berat, apalagi terkait dengan kebersihan kendaraan yang tentunya sangat berat untuk dilakukan.
Jenis truck mixer yang ada di ready mix ini ada beberapa macam jika dilihat dari kapasitas yang dapat di angkut.
Mulai truck mixer minimix, medium dan bahkan versi jumbo. Minimix mampu mengangkut sampai 3 kubik sekali jalan. Untuk yang medium 7-8 kubik sekali jalan dan yang jumbo 10-12 kubik untuk sekali jalan.
Concrete Pump
Ini digunakan ketika ingin memompa beton ke lantai atau lokasi yang lebih tinggi. Misalnya saja lantai dua, atau ingin pengecoran berjalan lebih cepat.
Karena pada umumnya pengecoran dengan concrete pump bisa menghemat waktu sekaligus menghemat biaya. Bahkan hanya beberapa orang saja yang dibutuhkan untuk meratakan beton.
Laboratorium
Di ready mix ada yang namanya laboratorium. Di sinilah tempat menguji segala jenis benda uji beton maupun perumusan job desain mixing batching plant.
Yang bertanggung jawab di sini merupakan mereka yang basic nya memang sudah dari awal mengenal beton dan rata - rata lulusan teknik sipil bangunan.
Berbagai pengujian hasil beton, perumusan job desain dan uji material yang masuk akan dilakukan oleh teknisi laboratorium.
Sedangkan untuk pengetesan slump yang ada di lapangan juga akan dilakukan oleh teknisi bagian lapangan.
Mekanik
Untuk perbaikan baik pada truck mixer maupun batching plant nya, di ready mix akan menggunakan divisi mekanik. Divisi ini memang dikhususkan untuk masalah perbaikan dan service berkala pada semua alat yang ada di ready mix.
Mekanik pada ready mix harus siap kapan saja dibutuhkan baik siang dan malam. Hal ini untuk mengantisipasi semua kendala terkait kendaraan yang mogok di perjalanan maupun di lokasi proyek.
Logistik
Bagian ini yang akan mengatur semua kebutuhan pengadaan barang maupun belanja di sebuah unit usaha di ready mix. Selain itu juga ada staf kantor administrasi yang nantinya akan ditugaskan di berbagai divisi baik mengatur keuangan maupun penagihan dan marketing dari ready mix.
Untuk alur pemesanan di semua concrete batch mix plant biasanya akan didahulukan dengan adanya sebuah penawaran yang akan dilakukan oleh marketing ke pelanggan.
Kemudian pelanggan akan meneruskan pemesanan ke customer service kantor. Lalu akan dilakukan survei baik loksai maupun volume yang dibutuhkan.
Ini sangat penting karena nantinya akan di evaluasi mengenai pola pengiriman yang sangat efisien. Misalnya saja dengan pompa beton, maka pengiriman beton di saat produksi harus secara berkelanjutan.
Kalau pengadaan dengan proses lelang pun juga akan dilakukan survey untuk pertama kali. Ini juga untuk memastikan keperluan beton dan berbagai kesepakatan awal yang biasanya dilakukan.
Selama proses pengiriman beton, teknisi akan ikut ke lapangan untuk mengetes kualitas beton sesudah sampai di lapangan dan ingin dituang. Setelah itu juga akan dibuat terkait benda uji sebagai sample yang nantinya akan mengetahui kuat tekan beton yang sudah di pesan pelanggan.
Untuk pengetesan beton nantinya bisa dilakukan secara berkala mulai dari 7 hari sampai 28 hari di tempat tes yang sudah di sepakati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar