3 Jenis Penghantar Semen Pada Silo Batching Plant

Silo batching plant adalah tempat untuk menampung semen guna keperluan produksi di dalam sebuah unit ready mix. 

Dari segi jenis dan macamnya sudah kita jelaskan sebelumnya mengenai jenis-jenis batching plant dan berbagai komponen yang digunakan. Jika Anda belum mengerti jenis batching plant, langsung saja cek di artikel kami sebelumnya terkait pengertian dan jenis - jenis batching plant.

Salah satu komponen dari batching plant adalah silo. Di bagian solo ini semen akan ditampung untuk keperluan produksi. 

Di setiap produksinya akan ada penimbangan untuk takaran setia mutu beton yang akan di alokasikan ke pihak customer. 

Untuk menghantarkan semen ke dalam sebuah timbangan dari slio batching plant, tentunya ada beberapa jenis terkait konstruksi batching plant dan beberapa komponen terkait.

3 Jenis Penghantar Semen Silo Batching Plant

Dari jenis batching plant dan dilihat dari konstruksinya, penghantar semen dari silo batching plant ini ada tiga jenis. 

Yaitu model langsung, screw dan air slide. Kita akan bahas satu - persatu terkait jenis penghantar semen ini.

Model Langsung

Untuk jenis model langsung biasanya silo batching plant akan diletakkan di atas timbangan semen, ini konstruksi yang paling mudah dalam perawatan. Namun biasanya untuk silo sendiri cuma ada dua dan bahkan ada satu saja. 

Model langsung mempunyai kemudahan dalam perawatan, dikarenakan hanya membutuhkan bantuan angin kompresor sebagai penghambur kemudian butterfly juga bisa diletakkan di bagian bawah silo.

Namun karena daya beban yang tinggi biasanya akan ada kendala pada katup butterfly nya, apalagi jika sudah lama tidak produksi dan katup di bagian silo semen tidak ditutup. 

kalau untuk penimbangan semen biasanya memang lebih cepat karena penghambur akan membuat semen langsung masuk ke timbangan melewati katup butterfly.

Konstruksi silo diletakkan tepat di atas timbangan semen dan kaki silo menyatu pada batching plant. Pada saat penimbangan semen batching plant lebih bergetar daripada dengan batching plant yang konstruksinya memakai screw.

Model Air Slide

Air slide merupakan box besar di mana konstruksi silo biasanya akan berada lebih jauh dari timbangan, namun biasanya tetap bisa di atas batching plant. 

Sangat cocok bagi batching plant yang menggunakan lebih dari 2 silo. Jadi konstruksinya bisa 2 silo dengan metode langsung dan 2 silo lagi menggunakan metode air slide.

Metode air slide ini memang agak rumit, namun jika pasokan tekanan angin memang besar maka akan cepat dalam penimbangan semen. 

Katup bautterfly sendiri juga akan lebih awet, soalnya beban semen akan di timpakan ke air slide sebelum ke katup batturfly. Penghamburan semen yang ada di air slide juga akan dilengkapi dengan kain khusus untuk menyaring semen agar tidak memadat.

Model Screw

Kalau menggunakan model air screw, konstruksi pada silo akan di alokasikan pada dudukan lain. 

Untuk itu biasanya akan di pasang dengan konstruksi sendiri di bawah batching plant. Sedangkan koneksi dari kerucut silo menuju timbangan batching plant akan menggunakan sebuah poros ulir panjang yang ada di dalam tabung yang dinamakan screw.

Secara perlahan memang semen akan diangkat ke dalam timbangan dengan sumber tenaga motor listrik. 

Motor listrik inilah yang dihidupkan untuk mengatur timbangan semen. Konstruksinya memang rumit dan ada tambahan motor sebagai penggerak dan sumber tenaga poros ulirnya.

Namun dengan konstruksi ini silo batching plant bisa di setarakan tinggi kakinya dengan batching plant dan memunyai tempat tersendiri. Batching plant tidak goyah ketika sedang menimbang semen. 

Namun penimbangan juga akan lebih lama, dan jika terjadi macet mauun beku, bisa menguras semen yang ada di sepanjang screw yang tentunya bisa membutuhkan waktu yang lama.

Beberapa pertimbangan yang bisa di ambil ketika membuat konstruksi sebuah batching plant bisa dilihat dari kebutuhan dan lokasi batching plant nantinya. Batching plant yang mengikuti lokasi atau lokasi yang disediakan justru yang mengikuti konstruksi dari batching plant itu sendiri.

Ketika sedang menggunakan batching plant, pengecekan pada komponen semen ini sangat penting. 

apalagi yang screw dan model air slide. Usahakan kosong saat memang akan berhenti produksi dalam waktu yang lebih dari tiga hari. Kalau tidak bagian screw dan air slide biasanya akan ada banyak semen yang memadar.

Sebelum melakukan produksi, pada kompresor bisa dikuras dulu. Ini untuk mencegah air yang mengendap di bagian kompresor bisa masuk ke dalam instalasi ke semua selang dan penghambur semen. 

Kalau air yang mengendap di kompresor tadi tidak di kuras dan terlanjur bisa masuk ke dalam sistem penimbangan semen, bisa saja akan ada banyak semen yang mengendap dan membeku. Sehingga banyak kemungkinan trouble yang bisa terjadi. 

Misalnya saja butterfly yang sulit untuk membuka dan menutup, angin yang tidak sampai ke penghambur maupun ada beberapa penghambur bisa tersumbat. Untuk bagian screw bisa saja poros ulir bergerak terlalu berat dan akan mematikan overload motor listrik.

Jika overload motor listrik sudah tidak berfungsi atau bisa di paksakan, maka kondisi lilitan motor listrik bisa saja langsung terbakar. Hanya hal sepele namun potensi kerusakan dan kerugian bisa besar. Penggantian komponen ini juga tidak murah dan membutuhkan waktu yang lama.

Selain pada bagian air kompresor, pada bagian koneksi selang juga sebaiknya selalu di cek, untuk mengantisipasi kebocoran dan beberapa kebocoran di bagian seal butterfly. Butterfly juga rawan sekali untuk rusak jika di bagian karet ada banyak kotoran yang membeku.

Untuk membersihkannya bisa dengan mengetok bagian luar atau jika sudah banyak bisa membongkarnya.

Untuk bagian kontrol kelistrikan jika menggunakan screw, kontroler akan masuk ke bagian motor listrik. Untuk Air Slide kontroloer akan masuk ke bagian selenoid untuk membuka tutup butterfly. Ada juga tombol untuk penghambur semen. 

Air slide memang membutuhkan penghambur guna memudarkan semen yang terlanjur memadat di bagian penampungan silo. 

Untuk metode langsung kontrol akan masuk ke bagian butterfly dan penghambur juga. Namun jika menggunakan metode langsung biasanya tidak diberi penghambur juga tidak apa-apa. Apalagi model silo merupakan silo sentris.

Kebersihan filter juga harus tetap harus dijaga, apalagi dengan seringnya mengisi semen ke bagian silo.  

Jika terjadi pemampatan semen di pipa masuk, maka di bagian filer kain filter harus segera di ganti. Jika tidak banyak yang akan beku di bagian ini. Tentu saja akan membalikkan tekanan semen yang akan masuk ke dalam silo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages