Pompa Submersible merupakan sebuah pompa air yang akan menyuplai air dari sumur bor ke bagian tangki penampung pada batching plant. Memang beragam teknik penampungan air yang digunakan untuk produksi pada batching plant. Mulai dari yang menggunakan tangki, menggunakan sumur, atau menggunakan suplai dari kolam penampungan air.
Untuk Kali ini kita akan membahas sumber air pada batching plant yang menggunakan sumur bor dan menggunakan Pompa Submersible sebagai pemompanya. Pompa Submersible memang sudah dikenal oleh berbagai kalangan dan efisiensi kerjanya cukup bagus untuk keperluan suplai air pada industri.
Pengertian Pompa Submersible
Pompa submersible merupakan pompa air bertekanan tinggi yang digerakkan oleh arus listrik 3 phase, sistemnya masih sama seperti pompa lainnya yang menggunakan rotor namun bentuknya memanjang. Bagian Pompa Submersible meliputi pompa dan box panel. Box panel dilengkapi dengan mcb dan fuse pengaman ketika terjadi hubung singkat arus pendek atau jika ada konsleting maupun kerusakan.
Pompa Submersible merupakan pompa celup atau bisa dikatakan pompa benam. Hal ini karena proses kerjanya yang akan terendam air secara terus menerus, bahkan kalau tanpa air dan nekat dinyalakan bisa rusak bagian motornya.
Pompa Submersible sekarang ini sudah banyak digunakan dan lebih efisien untuk sumur bor dengan kedalaman lebih dari 10 meter. Daya sedot airnya lebih besar dibanding dengan pompa jetpump. Untuk suara juga tidak berisik karena memang di celupkan langsung di dalam air dan dengan kedalaman lebih dari 5 meter.
Kelebihan dan Kekurangan Pompa Submersible
Kenapa Pompa Submersible sekarang ini lebih banyak dipilih ? Tentunya karena ada beberapa kelebihan dan keuntungan yang di dapat oleh pemakai. Di antaranya,
Daya Listrik Rendah
Pompa Submersible menjadi jenis pompa yang banyak disukai oleh pengguna sumur bor, karena memang konsumsi untuk daya listriknya yang sangat rendah. Bahkan kalau dibuat otomatis sistem dan dipadukan dengan selenoid pada penampungan akan lebih irit lagi. Jadi ketika tangki air sudah kosong dan dalam batas ambang maka Pompa Submersible akan menyala.
Sedangkan jika air di dalam tangki sudah penuh maka Pompa Submersible akan berhenti menyala. Lalu siklus ini akan berjalan secara otomatis tanpa menggunakan operasi orang. Sehingga lebih efektif dalam penyetokan air di dalam industri.
Tidak Perlu Pancingan
Pompa Submersible tidak seperti jet pump dan pompa air lainya, karena memang untuk menyalakan alat ini tinggal dinyalakan saja, tidak perlu yang namanya pancingan. Bahkan tidak usah khawatir jika baru saja menyala. Yang perlu dikhawatirkan ketika sumur kosong dan tidak ada air namun Pompa Submersible tetap menyala. Hal ini bisa membuat pompa terbakar.
Debit Air Cukup Besar
Debit yang dihasilkan oleh Pompa Submersible cukup besar dan bisa sebanding dengan jetpump. Namun untuk ukuran lebih kecil dan diletakkan di dalam sumur.
Tidak Terpengaruh Kavitasi
karena tertanam dalam rendaman air, maka jika menggunakan Pompa Submersible tidak akan terpengaruh dengan kavitasi, kavitasi ini biasanya akan ada pada jenis pompa lainnya.
Tidak Memakan Tempat
Karena terletak di dalam air dan dipasang di dalam sumur, maka dengan menggunakan Pompa Submersible ini lebih lega untuk tempat yang dialokasikan hanya unb65tuk box panelnya saja. Berbeda dengan jenis jetpump dan pompa lain yang perlu dipasang dan diberikan tempat khusus.
Tidak Berisik
Tentu saja tidak akan ada suara, karena suara motor listrik yang berputar sudah di rendam oleh air.
Cara Instalasi Pompa Submersible pada Sumur Bor Batching Plant
Untuk instalasi Pompa Submersible cukup mudah. Jika pembuatan sumur bor sudah selesai, maka alokasikan dulu kedalaman dari sumur bor. Persiapkan pipa yang akan dijadikan sebagai penyedot air, selanjutnya instalasikan ke tangki air. Kemudian pada insalasikan juga box panel Pompa Submersiblenya. Setelah itu coba nyalakan. Pada bagian pipa yang masuk ke dalam sumur sebaiknya juga di beri dengan beban penyangga agar pompa tidak jatuh ke dasar sumur.
Pada bagian tangki air sebaiknya diberi sensor air atau selenoid air. Ini akan berfungsi sebagai otomatis pompa agar menyala dan mati sesuai tingkat volume air yang ada di dalam tangki. Hal ini untuk mencegah tangki air kekurangan air ataupun kalau sudah penuh tidak tumpah keluar tangki.
Sistem selenoid ini akan menggerakkan saklar pompa ketika debit air turun sesuai batas pelampung dan akan berhenti sesuai batas pelampung atas.
Cara Perbaikan Pompa Submersible Mati Total
Pompa Submersible merupakan pompa yang juga bisa trouble, biasanya trouble nya terletak pada bagian sumber arus listrik. Jika memang arus listrik tidak sampai pada bagian pompa, silahkan langsung bongkar panelnya saja, di sana sudah ada bagian fuse yang biasanya putus dan kontaktor yang terbakar. Silahkan ganti saja pada bagian ini.
Cek selanjutnya bisa menggunakan avometer atau langsung pada bagian kabel yang megarah ke Pompa Submersible.
Harga Pompa Submersible
Untuk harga dari Pompa Submersible ini memang berbeda-beda dari tiap daerah, tergantung juga jenis dan merk yang ditawarkan. Untuk kisaran harga lengkap dengan box panelnya atau kadang sudah dengan jasa instalasinya sekitar 4 – 25 jutaan, tergantung kapasitas debit yang dihasilkan dan merk yang ditawarkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar